Yuk Ketahui Sistem Pemerintahan China

Setiap negara pasti memiliki system pemerintahannya sendiri. Tak terkecuali dengan China. Negara ini juga punya system pemerintahan yang bisa dibilang kuat.

Apalagi jika kita melihat bahwa negara China telah menjadi negara yang maju serta negara yang paling banyak mengekspor segala jenis kebutuhan di seluruh dunia.

Namun, pernahkan kalian penasaran dengan bagaimana china bisa mengatur warganya hingga sedemikian rupa? Yuk simak di bawah ini.

Sistem Pemerintahan Negara China

System pemerintahan China dimulai ketika Mao Zedong memerintah dengan memimmpin revolusi komunis yang sangat mencela bentuk kekaisaran China terdahulu yang sangat feudal.

Feodalisme ini membuat china berbeda dengan negara-negara Eropa, bahkan Jepang. Birokrasi di China terdiri atas orang-orang terlatih dalam tradisi Kong Fu Tze.

Karena itu, para pegawai dipilih melalui system ujian tertentu untuk menguji pengetahuan mengenai Kong Fu Tze.

Mao Zedong adalah orang yang kontra, paling kaya, dan memiliki banyak warisan yang bisa membawa system politik China dan generasi rakyatnya kea rah yang stabil.

Ia menuntu adanya investigasi dan penelitian, namun mengabaikan kenyataan paham utopisnya. Ia juga berpendidikan dan intelek.

Pada masa revolusi, ketika Mao dan perubahan yang dipimpinnya masih terbatas pada wilayah pedesaan, ia tetap menekankan perlunya menggabungkan teori dan praktik.

Mao bukanlah orang yang memutarvalik teori Marxist karena ia menganut Marxist sebagai orang yang peduli terhadap revolusi.

RRC secara resmi diproklamasikan pada 1 Oktober 1949, secara relative masih merupakan system politik baru.

Pengaruh yang paling langsung terhadap komunisme China, yaitu lingkungan revolusioner, komunisme Soviet, dan sejarah partai Komunis China sebelum tahun 1949 yang umumnya merupakan fenomena abad ke 20.

Namun, tradisi politik pra-modern China yang resmi berakhir pada tahun 1911 dengan runtuhnya Dinasti Ching (Manchu), memiliki pengaruh besar pada pemerintahan sekarang.

Struktur pemerintahan daerah di China pada dasarnya terdiri atas tiga pemerintahan resmi, yaitu provinsi, kabupaten, dan dasar, ditambah berbagai unit lain di bawah atau di antara tingkat-tingkat ini.

Dari sudut pandang warga negara, unit-unit yang paling penting adalah unit-unit yang ada di bawah tingkat pemerintahan dasar. Unit-unit yang paling penting adalah unit yang ada di bawah tingkat pemerintahan dasar.

Unit ini meliputi kantor-kantor polisi dan kantor-kantor cabang kecil yang dibentuk oleh pemerintahan tingkat dasar dan berbagai unit permukiman dan produksi seperti desa, toko koperasi pertanian, rukun kampong, kota, sekolah, pabrik, perusahaan, kantor, dan angkatan bersenjata.

Selain itu, tentara pembebasan rakyat merupakan organ penting ktiga dalam struktur politik nasional di China.

Organisasi partai menguraikan peniruan secara umum pada level bawah suatu system. Setiap 30 provinsi di China dkepalai oleh 30 komite partai yang terdiri atas komite tetap dan sekertaris partai.

Anggota komite tetao memiliki divisi pekerja yang banyak , seperti cabang tingkat pusat. Mereka juga melakukan propaganda pada tingkat provinsi, organisasi departemen lain, seperti inspeksi disiplin melalui tingkat provinsi.

Tiga peranan politik penting yaitu aktivis, kader, dan anggota partai mendominasi kepemimpinan dalam system politik China.

Aktivis adalah warga negara biasa, tidak memegang jabatan resmi, yang memiliki kepentingan, inisiatif, atau tangung jawab khusus dalam kehidupan public kader adalah mereka yang mempunyai kedudukan pemimpin resmi dalam suatu organisasi.

Adapun mengenai anggota partai, tentu seperti pada umumnya anggota partai. Menjadi seorang aktivis umumnya merupakan langkah pertama dalam proses rekrutmen politik atau proses menjadi pemimpin politik dan sebagian kader dan anggota PKC baru berasal dari aktivis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *