Arsip Tag: corona

MENDAPAT DUKUNGAN UNTUK MEMBERLAKUKAN SEKOLAH KEMBALI DENGAN PROTOKOL KESEHATAN YANG DIPERKETAT PADA JANUARI 2021

Adanya desas desus sekolah yang akan diberlakukan kembali di awal tahun 2021 ini, ternyata memang sudah direncanakan oleh pemerintah. Pembelajaran yag dilakukan secara online selama hampir Sembilan bulan ini, memang memiliki lika – likunya tersendiri. Tapi mau bagaimana lagi, ini diberlakukan karena memang pandemi COVID – 19 yang membuat kita tidak bisa melakukan kegiatan banyak orang dalam satu ruangan. Ini pun diberlakukan untuk keselamatan diri sendiri dan juga orang lain yang berada di sekitar kita.

Untuk rencana yang sedang digarap oleh pemerintah ini, tentang pemberlakukan kembali sekolah di awal tahun 2021 ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Komisi X DPR RI. Tentunya Komisi X DPR sendiri memberikan permintaan agar persiapan yang dilakukan, untuk memberlakukan kembalinya sekolah ini dipersiapkan dengan matang. Khususnya pada protokol kesehatan yang harus diberlakukan dengan ketat.

“Kami mendukung pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka,” * ucap Syaiful Huda selaku ketua Komisi X DPR RI.

“Tetapi hal itu harus dilakukan dengan protokol Kesehatan ketat karena saat ini penularan wabah Covid-19 masih terus berlangsung, bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam minggu-minggu terakhir ini,” * Syaiful menambahkan.

Pembelajaran yang berlangsung selama pandemi ini secaraonline ini, memang sudah disadari oleh Syaiful. Sebab kegiatan belajar dengan online atau jarak jauh ini, tidak memberikan hasil yang efektif. Sehingga pembelajaran yang akan dilakukan dengan langsung nantinya ini benar – benar akan diutamakan terlebih dahulu di daerah – daerah. Karena mempunyi sarana prasarana yang tidak mendukung, untuk melakukan pembelajaran secara online.

Namanya saja sudah online, tentunya fasilitas seperti kuota juga jaringan yang stabil itu harus menunjang. Sehingga pembelajaran bisa berlangsung, tetapi bila ini tidak bisa mendukung maka hasil dari pembelajaran akan nihil. Sudah diketahui bahwa pelajaran tidak bisa terlewatkan begitu saja hanya karena koneksi atau jaringan yang tidak stabil.

“Di beberapa daerah siswa selama pandemi Covid-19 benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah ditutup,” * ucap Syaiful.

Menjadi hal yang dinantikan – nantikan oleh murid dan mahasiswa, dimana bisa merasakan kembali belajar dengan tatap muka langsung. Agar mereka pun bisa mendapatkan hasil dari pembelajaran yang efektiv.

“Kondisi ini membuat mereka seolah terlepas dari rutinas dan kedisplinan pembelajaran. Pembukaan kembali sekolah tatap muka akan membuat mereka kembali pada rutinitas dan mindset untuk kembali belajar,” * tutur Syaiful.

Karena pembelajaran tatap muka langsung ini akan diberlakukan di tengah – tengah pandemi COVID – 19, membuat protokol kesehatan dan juga alat – alatnya harus bisa menunjang. Penerapannya pun harus diberlakukan secara ketat dan tegas. Peralatan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan pembelajaran tatap muka secara langsung di tengah pandemi ini, seperti adanya bilik disinfektan, sabun serta wastafel untuk cuci tangan jangan sampai melupakan wastafelnya itu harus ada air yang mengalir dengan baik. Lalu ada satu yang jangan sampai terlupakan dan terlewatkan, pola pembelajaran seperti apa yang nantinya akan diberlakukan. Tentunya pola tersebut harus fleksibel ketika dilakukan.

Letak kursi dan meja juga menjadi perhatian oleh sekolah, karena tempat duduk mereka itu harus tetap menerapkan physical distancing. Sehingga di dalam kelas jarak pun bisa tetap terjaga, jangan sampai ada siswa yang letak duduknya berdekatan.

“Waktu belajar juga harus fleksibel, misalnya siswa cukup datang sekolah 2-3 seminggu dengan lama belajar 3-4 jam saja,” * ucap Syaiful.

JOKOWI YANG MEMBERI PESAN UNTUK TETAP MENAATI PROTOKOL KESEHATAN SUPAYA UPAYA DARI TENAGA KESEHATAN TIDAK SIA – SIA

Tidak ada ujungnya rasanya pandemi yang sedang terjadi ini. Tenaga kesehatan yang bekerja tiada henti dan tidak mengenal lelah untuk terus memberikan yang terbaik dalam upayanya mengatasi pasien dan virus corona yang terus menjadi wabah yang dihadapi oleh dunia. Jangan ditanya lagi korban jiwa yang sudah berjatuhan diakibatkan dari virus corona ini, dia yang memakan korban tanpa mengenal siapa orang tersebut, jabatan, dan apapun itu semua orang bisa terkena. Bahkan tenaga kesehatan sekali pun, apalagi mereka menjadi orang yang terdepan dalam mengahadapi pasien yang terinfeksi virus corona tersebut.

Tidak ingin adanya lagi korban yang berjatuhan, Presiden Jokowi yang memberikan peringatan kepada jajaran Polri juga satuan tugas penangan COVID – 19, dimana lebih tegas lagi dalam mengatasi dan menindak lanjuti bentuk – bentuk pelanggaran dalam protokol kesehatan yang dilakukan. Disini Pak Jokowi sangat tidak menginginkan, bila usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada virus yang satu ini, menjadi sia – sia. Karena pelanggaran dari protokol kesehatan yang nyatanya masih terjadi dan sangat sering. Keadaan seperti ini sangat mengkhawatirkan sekali, untuk keberlangsungan hidup hajat orang banyak.

“Jangan sampai apa yang telah dikerjakan oleh para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis menjadi sia-sia karena pemerintah tidak bertindak tegas untuk sesuatu kegiatan yang bertentangan dengan protokol kesehatan dan peraturan-peraturan yang ada,” * tutur Pak Jokowi dalam kesempatan pers di Istana Kepresidenan.

Ada dan diberlakukannya protokol kesehatan ini, yang dimana harus dipatuhi oleh seluruh masyarkat dan para pemerintah. Karena tidak seorang pun yang mempunyai sistem kekebalan dalam tubuhnya akan virus corona. Sebab siapa pun bisa saja tertular dan menularkan virus ini kepada orang yang berada disekitarnya. Sehingga penegasan tentang protokol kesehatan ini harus diberlakukan dengan baik dan benar, serta hukuman yang diberikan kepada orang yang melanggar protokol kesehatan tersebut.

Selain itu kepercayaan dari masyarakat kepada usaha – usaha yang sudah dikeluarkan dengan maksimal oleh pemerintah itu sangat diperlukan. Sebab hal ini bisa menjadi dorongan kepada langkah – langkah dan upaya lain dari pemerintah untuk bisa mengatasi dan mengendalikan pandemi yang tengah terjadi. Sehingga apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah dapat berjalan dengan efektif.

Memberikan kembali peringatan secara tegas kepada para kepala daerah, yang sudah mempunyai peraturan daerah tentang protokol kesehatan untuk bisa merealisasikannya dengan tegas dan tepat. Peraturan yang sudah dibuat tersebut, dijalankan dengan tepat, konsisten, tegas, dan tidak memandang bulu. Sehingga apa yang sudah dirapatkan, yang sudah dibuat itu tidak menjadi sia – sia dan tidak menjadi hiasan peraturan semata, tanpa ada ketegas didalamnya.

Ketegasan dari para aparat dalam mengendalikan masyarakat untuk bisa disiplin dalam mengikuti dan mematuhi peraturan dari protokol kesehatan. Karena bila tidak memberikan ketegasan, masyarakat akan merasa santai – santai saja dengan peraturan yang sudah ada sekalipun. Lalu, tugas pemerintah sendiri adalah tindakan hukum, kepada orang – orang yang memang sudah melanggar protokol kesehatan yang sudah ada.

“Saya juga minta Kepada Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan, kalau perlu menegur, kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota untuk bisa memberikan contoh-contoh yang baik kepada masyarakat, jangan malah ikut berkerumun,” * ucap Pak Jokowi.