Jenis-Jenis Cryptocurrency Dan Fungsinya

Cryptocurrency adalah salah satu mata uang digital yang beberapa tahun kebelakang tengah naik popularitasnya. Uang digital yang sudah sangat dikenal saat ini oleh masyarakat luas dunia adalah Bitcoin. Namun seiring perkembangan dan kemajuan era digital saat ini, semakin banyak jenis cryptocurrency yang bisa dibeli dan memiliki varian harga jual beli yang berbeda-beda.

Jenis-Jenis Cryptocurrency Dan Fungsinya

Nilai mata uang cryptocurrency lebih bersifat fluktuatif dan akan dengan mudah mengalami penurunan atau peningkatan berdasarkan ketersediaan dan kepercayaan pengguna terhadap cryptocurrency. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas jenis-jenis uang kripto yang biasa diperdagangkan di bursa efek. Simak ulasannya yang sudah www.senatordanwolf.com tuliskan dibawah ini!

Jenis Cryptocurrency Yang Paling Menguntungkan Dan Diburu

Jenis Cryptocurrency Yang Paling Menguntungkan

  • Bitcoin

Investasi di aset kripto atau cryptocurrency kini semakin diminati seiring dengan tren pergerakan harganya yang semakin naik. Jenis uang kripto yang satu ini muncul kali pertama pada 2009 dengan sosok pseudonim bernama Satoshi Nakamoto.

Pada 2012 harga Bitcoin masih sekitar US$5-7 atau setara Rp 45.000-63.000 per kepingnya. Pada awal April 2021, harga Bitcoin sempat menyentuh titik tertingginya di angka US$64.800 atau lebih dari Rp 930 juta / keping.

  • Ethereum

Ethereum awalnya diciptakan untuk sesuatu yang mirip dengan jaringan super komputer berskala global yang memungkinkan siapa saja untuk membuat aplikasi tanpa perantara pihak ketiga dalam dunia financial. Ethereum sempat mengalami serangan parah pada tahun 2016, hingga dipecah menjadi Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC).

  • Litecoin

Litecoin merupakan jenis cryptocurrency yang juga hadir pada awal mata uang digital tersebut diluncurkan. Jenis cryptocurrency ini hadir pada 2011 sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) yang menghasilkan blok baru (yang membentuk blockchain) dengan kecepatan lebih cepat.

  • Ripple

Mata uang jenis Ripple sendiri dirancang untuk dipergunakan dalam perbankan. Saat ini, XRP memiliki kapitalisasi pasar sebesar $12.609 miliar dengan nilai $0.305 per token.

  • Feathercoin

Feathercoin adalah jenis cryptocurrency yang bersifat open source. Jenis ini dibuat oleh Peter Bushnell, seorang IT officer di Brasenose College, Ofxord Univesity pada April 2013.

Pengertian Crypto Currency Mata Uang Digital

Seiring dengan internet yang kian mendominasi, cryptocurrency mulai muncul ke permukaan. Kamu mungkin pernah mendengar tentang Bitcoin atau Ethereum, dan mungkin bahkan Ripple, tetapi sebenarnya ada lebih dari seribu koin dan token berbeda yang tersedia.

Pengertian Crypto Currency Mata Uang Digital

Bagi orang yang jauh dari dunia teknologi, pengertian cryptocurrency mungkin masih sulit untuk dicerna. Jadi, apa pengertian cryptocurrency itu dan apa hubungannya dengan teknologi dan internet?

Jenis – Jenis Crypto Currency Dan Kegunaannya

Dalam dunia investasi aset Crypto & Bitcoin bisa dibilang jadi trendsetter sekaligus top mind dikalangan investor. Pasar kripto telah bertumbuh sangat pesat sehingga jenis mata uang digital bertambah banyak. Namun apakah yang dimaksud dengan Crypto Currency ?

Crypto currency adalah mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet. Sandi-sandi rahasia yang cukup rumit berfungsi melindungi dan menjaga keamanan mata uang digital ini.

Meski crpytocurrency sudah dikembangkan sejak tahun 1990-an, baru sekitar 10 tahun terakhir dikenal masyarakat global. Beberapa jenis cryptocurrency yang sering digunakan antara lain Litecoin, Ethereum, Monero, Ripple, dan tentu saja Bitcoin. Saat ini ada lebih dari 1.000 cryptocurrency yang beredar di seluruh dunia.

Jenis Crypto Currency Dan Kegunaannya

Senatordanwolf menjelaskan berbagai definisi cryptocurrency dari karakteristik dan kegunaannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Digital: Cryptocurrency adalah mata uang digital yang berarti hanya berlaku di komputer. Cryptocurrency tidak hadir dalam bentuk fisik yang dapat kita pegang sehari-hari.
  2. Peer-to-peer: Cryptocurrency dapat digunakan untuk transaksi dari satu orang ke orang lainnya secara online.
  3. Global: Cryptocurrency sama di setiap negara. Maka, transaksi dapat dilakukan secara bebas antarnegara tanpa terpengaruh oleh kurs.
  4. Terenkripsi: Setiap pengguna memiliki kode tersendiri untuk bertransaksi dengan cryptocurrency. Setiap melakukan transaksi, pengguna tidak bisa melihat transaksi tersebut dilakukan oleh siapa. Tidak ada nama asli yang muncul dalam setiap transaksi cryptocurrency. Lebih dari itu, tidak ada aturan apa pun tentang siapa yang bisa menggunakan cryptocurrency dan digunakan untuk apa.
  5. Terdesentralisasi: Transaksi uang pada umumnya selalu melibatkan pihak yang menengahi setiap transaksi, seperti bank. Namun di dunia cryptocurrency, tidak ada bank atau pihak tersebut. Setiap orang bertanggung jawab atas uang mereka sendiri.
  6. Truthless: Dalam menggunakan cryptocurrency, kamu tidak perlu percaya kepada siapa pun dalam sistem.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cryptocurrency adalah mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi antarpengguna tanpa perlu melewati pihak ketiga.

Selain menggunakannya sebagai alat transaksi, banyak pengguna yang memanfaatkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi.